Susu Kedelai


Kita mengenal susu kedelai sebagai alternatif susu sapi, entah karena alergi dan masalah kesehatan, atau pertimbangan lainnya (etis, ekologis, ekonomi). Tapi akhir-akhir ini, semenjak tren kesehatan naturopati makin menggeliat, kok jadi ragu ya mengkonsumsi apa-apa yg dari kedelai?

Satu, tentu alasan GMO. Genetic Modified Organism adalah rekayasa genetika pada tanaman dengan tujuan utk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksinya. Makin gede, makin kinclong, tanpa biji, tahan hama, panen sepanjang tahun, adalah ciri GMO. Masalahnya, kacang kedelai adalah tanaman perkebunan pertama yg dijajaki GMO pada tahun 1996, oleh perusahaan raksasa Monsanto, disusul oleh jagung di tahun 1998. 20 tahun setelahnya, 94 persen kedelai yang ditanam di Amrik berasal dari benih kedelai GMO. GMO yg mengubah DNA tanaman ditengarai berkontribusi pada penurunan kualitas kesehatan manusia, misalnya yg paling hot nih, bikin alergi dan berkorelasi positif terhadap kenaikan penderita otoimun. Well, masih terjadi perdebatan tak kunjung usai sih sampai seberapa jauh efek buruk GMO. Karena kalo dipandang dr kemajuan sains, teknologi dan ekonomi, tentulah GMO adalah loncatan besar umat manusia 🙂

Indonesia, meski tidak termasuk 10 besar dunia, adalah pengimpor kedelai Amerika. Yang unik, bila mayoritas pengimpor kedelai Paman Sam diperuntukkan untuk pakan ternak dan industri; maka negeri kita ini mengimpor kedelai untuk konsumsi manusia. Haha, yesss, negara barat sana kenal dele ya buat pakan ternak, bukan makanan manusia. Mbah moyang kita aja yang saking kreatifnya ngolah dele jadi makanan kita sehari-hari.

Sik tunggu, sejak kapan kita ngimpor dele? Emang dele apa gabisa cukul di negeri gemah ripah loh jinawi yang tongkat kayu dan batu jadi tanaman ini? Well, that's a long different story beib, I'll write them soon okeh😘

Dua, kedelai mengandung Phytic Acid, enzim bersifat anti nutrisi yang mencegah penyerapan beberapa mineral penting seperti kalsium, magnesium dan zat besi. Selain itu, kedelai juga mengandung phytoestrogen. Konsumsi rutin harian bisa menyebabkan penumpukan hormon estrogen di dalam tubuh. Karena itu kan kita sering dengar, bayi laki-laki jangan dikasi susu kedelai biar ga melambai 🙃

Dengan dua alasan di atas, lha terus kok berani-beraninya saya malah bikin susu kedelai 🧐

Begini alasannya. Untuk alternatif susu sapi, susu kedelai menjadi pilihan yang paling terjangkau dan paling mudah diakses. Yakaleeee mau tiap hari bikin susu almond, udah harganya mahal, bikin kekeringan di California lagi. Sedangkan kedelai harganya murah, kita bisa dapat di pasar tradisional sampai supermarket, bahkan di sekitar kita banyak yang jualan susu kedelai. Dan tahu ga sih, susu kedelai ini selain diglegek langsung juga bisa diolah selayaknya susu sapi. Think about mayones vegan. Yogurt. Oh jangan lupakan tahu. Juga kulit tahu. Tahu sutera yang glunyur-gluyur itu. Tahwa dengan kuah jahe. daaaan sebagainyaaaaa...

Saya ga menutup mata dg aneka negativitas kedelai kok, karena itu, dengan demikian, oleh sebab itu, cara terbaik untuk mengkonsumsinya ya.. .  bikin sendiri.

Ya gini loh, kita tiap hari makan tahu tempe tapi takut banget sama susu kedelai, kan Srimulat ini namanya 😂 gembar-gembor kedelai bikin kemayu krn hormon phytoestrogen nya tapi bendino mbungkus makanan panas di plastik, skinkernya msh berbahan dasar SLS, Paraben, dimethicone dsb yg masuk daftar terlarang. Lha plastik kepanasan kuwi dan skinker kyk gitu kan yo sumber xenoestrogen 🤪

Lagian bikin susu dele kan yo ga bendino toh, apa iya kamu nengguk susu dele seliter tiap hari? Ora tohhhh. Sedangkan kalo beli susu dele, apa situ yakin ga ditambahi pengawet, perasa, pewarna, dsb? Tuku susu dele botolan ning supermarket yo mustahil tanpa pengawet. Tuku sing jare homemade, tapi panas2 diplastiki 🙃

Yuk lah bikin deweeeee 😘

Saat kita bikin sendiri, kita PUNYA PILIHAN. Pake kedelai yg ada di pasar atau organik (yg tentu harganya lebih mahal).  Mau dikasi pemanis apa, seberapa banyak. Mau bikin yg kental atau encer, seberapa liter, bisa kita sesuaikan. Tetap pakai kedelai impor (yg kita ga tau GMO atau bukan) ya gapapa. Kasarnya, kita cuma dapat jeleknya GMO, tapi kita bisa terhindar dosa penggunaan plastik berlebih, pemanis buatan, pengawet, perasa, dsb. Make sense?


WHEN WE MAKE SOMETHING By OURSELVES, WE HAVE POWER. Kuasa untuk menentukan, mengontrol serta menjadi agen perubahan yg menciptakan sendiri alat produksinya uhuyyy *bersiap gulingkan kapitalisme 🤟
And dont forget, it teach us and our kids the art of hard working and the important of process.


Resep susu kedelai

Langu adalah salah satu masalah yang kerap muncul saat membuat susu kedelai. Bau langu dengan rasa getir (sampai pahit) pada susu kedelai disebabkan kandungan enzim di kedelai yg justru aktif saat terpapar air dingin. Miyoko Schinner, di bukunya Homemade Vegan Pantry, karenanya - berkebalikan dari cara konvensional yg merendam kedelai semalaman - justru hanya memblansirnya.

Tapi dari dua kali mencoba metode ini, susu kedelai yg dihasilkan masih langu dengan tekstur encer, warna kekuningan dan okara (ampas kedelai) yg kasar. Kemungkinan besar, metode ini cocok untuk kedelai segar (?) .

Resep yang saya gunakan di bawah berasal dari Andrea Nguyen di bukunya Making Soy Milk and Tofu at home, dg sedikit mempersingkat langkahanya.  Metode yg beliau gunakan terdengar ribet, tapi efektif menghasilkan susu kedelai yg enak dan tidak langu tanpa menambahkan perasa apapun, seperti daun pandan atau vanilla. Dan lagi, resepnya sangat detil sehingga kita bisa menakar kapan mau membuat susu kedelai yg encer sampai kental, bayangkan susu kedelai bagai susu sapi yg punya tingkatan rendah lemak sampai krim kental 😉

Susu Kedelai
Hasil: 6 cup (1,5 liter) susu kedelai dengan kekentalan sedang
Kalo mau yg kental, pakai 4 cup; yg encer 8 cup

Bahan:
1 cup kacang kedelai (180 gr)
6 cup air matang (1,5 liter)

Cara membuat:
1. Cuci bersih kacang kedelai, tiriskan. Masukkan ke dalam baskom, rendam air setinggi 8-10 cm di atas permukaan kedelai. Rendam di suhu ruang semalaman. Kedelai siap diolah saat sudah mengembang, saat ditekan kulitnya terlepas dengan mudah dan bijinya terbagi dua. Buang airnya,  cuci sekali lagi, tiriskan.
2. Masukkan separuh bagian kedelai yang telah direndam ke dalam tabung blender bersama 3 cup air (750 liter), giling dg kecepatan tinggi selama 1-2 menit hingga menghasilkan cairan kental seperti milkshake, tuang ke dalam panci. Ulangi dengan sisa kedelai dan 2,5 cup air.
3. Masak cairan kedelai dengan api sedang selama 6-10 menit sampai cairan naik sambil diaduk sesekali. Buang busa putih di permukaan cairan kedelai.
4. Siapkan panci lain, tumpangi saringan stainless dan kain blacu untuk saringan. Tuang cairan kedelai sambil ditekan-tekan hingga susu kedelai tersaring seluruhnya. Tunggu hangat, angkat kain saringan, peras hingga seluruh susu kedelai keluar.
5. Buka kain saringan, beri 1/2 cup air matang, aduk-aduk, lalu peras lagi.
6. Masak susu kedelai dengan api kecil sambil diaduk-aduk, sekitar 15-20 menit. Cicipi sesekali, bila masih langu, teruskan memasak.
 Bila terlalu lama tidak diaduk, akan terbentuk kulit tahu di permukaan susu kedelai. Jangan dibuang ya, bisa dimakan loh.
7. Matikan api, di 20 menit pertama, tetap aduk sesekali agar tidak terbentuk kulit tahu. Dinginkan, siap disajikan.
8. Susu kedelai tahan 1 minggu di kulkas.

ps. kalo mau nonton video tutorial bikin sule, cek ke instagram ya. Yang tentu saja, saat tulisan ini diposting, videonya belum diaplod 😁
ps2. ampasnya jangan dibuang. Okara, sebutan ampas tahu/susu kedelai, masih penuh nutrisi. Bisa banget diolah jadi makanan baru dari botok sampai falafel. Oh jangan kuatir, udah ada videonya semua. Cuma ya gitu, mesti sabar ..

No comments